daerah

Kemenag Sumba Tengah Perkuat Moderasi Beragama Lewat Kegiatan “Harmoni dalam Keberagaman”

Kamis, 9 April 2026 | 19:00 WIB
Kemenag Sumba Tengah Perkuat Moderasi Beragama

GALERISUMBA.COM - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumba Tengah terus mendorong penguatan moderasi beragama melalui berbagai program strategis.

Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan bertajuk Harmoni dalam Keberagaman yang digelar pada Rabu (8/4/2026) di aula kantor setempat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program Quick Win Moderasi Beragama yang dicanangkan Kementerian Agama Republik Indonesia pada tahun 2026.

Program ini bertujuan mempercepat penguatan nilai-nilai toleransi dan kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.

Dikutip dari ntt.kemenag.go.id, kegiatan ini dikemas dalam bentuk refleksi iman yang melibatkan empat agama besar di Kabupaten Sumba Tengah, yakni Kristen, Katolik, Islam, dan Hindu.

Momentum ini sekaligus menjadi ruang bersama untuk merayakan nilai-nilai kebersamaan pasca perayaan hari besar keagamaan seperti Nyepi, Idul Fitri, dan Paskah.

Baca Juga: Kapolres Sumba Timur Hadiri Peluncuran Sistem STID dan SIMON TKBM di Pelabuhan Waingapu

Suasana kebersamaan tampak begitu kuat selama kegiatan berlangsung. Para perwakilan dari masing-masing agama menyampaikan refleksi keimanan mereka secara bergantian, mencerminkan semangat saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Sumba Tengah, Dharma Wanita Persatuan, para kepala sekolah keagamaan, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika seluruh peserta saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Gestur sederhana ini menjadi simbol nyata dari semangat persaudaraan lintas agama yang terus dijaga di wilayah tersebut.

Baca Juga: Masyarakat Adat Sumba Bergerak Lawan Tambang Pasir Ilegal, Sejumlah Pantai Sumba Barat Mulai Rusak

Kepala Kantor Kemenag Sumba Tengah, Yohanes Seja, dalam sambutannya menegaskan bahwa harmoni dalam keberagaman merupakan fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat.

“Harmoni dalam keberagaman bukan hanya sekadar hidup berdampingan, tetapi merupakan ruh yang menyatukan perbedaan menjadi kekuatan yang indah, damai, dan saling menguatkan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa penguatan moderasi beragama tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini