internasional

Presiden Venezuela Nicolás Maduro Ditahan AS, Caracas Sebut Aksi Washington sebagai Penculikan

Senin, 5 Januari 2026 | 07:08 WIB
Wakil Presiden Delcy Rodríguez (Instagram)

GALERISUMBA.COM - Situasi geopolitik di kawasan Amerika memanas setelah Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dilaporkan ditahan oleh pemerintah Amerika Serikat pada Sabtu pagi, 3 Januari 2026. Penahanan tersebut terjadi di tengah operasi militer Amerika yang menyasar wilayah ibu kota Caracas.

Pemerintah Venezuela menyebut tindakan Washington sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara.

Wakil Presiden Delcy Rodríguez dalam pernyataan resmi yang disiarkan televisi nasional menegaskan bahwa penahanan Maduro bukan proses hukum biasa, melainkan sebuah penculikan politik.

Rodríguez menyerukan pembebasan segera terhadap presiden dan ibu negara. Ia juga mengajak seluruh rakyat Venezuela untuk tidak tinggal diam menghadapi apa yang disebutnya sebagai agresi bersenjata terhadap negara berdaulat. Menurutnya, tindakan Amerika Serikat akan tercatat buruk dalam sejarah.

Baca Juga: Klaim AS Tangkap Presiden Venezuela Maduro Picu Kontroversi, Pakar Tegaskan Pelanggaran Hukum Internasional

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa setelah dievakuasi, Maduro dibawa menggunakan kapal perang Amerika sebelum dipindahkan ke pesawat militer yang kemudian mendarat di New York pada Sabtu malam waktu setempat. Hingga kini, pihak Gedung Putih belum merinci kronologi penangkapan secara terbuka.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela sejatinya telah berlangsung lama. Maduro, yang berkuasa sejak 2013 menggantikan Hugo Chávez, melanjutkan garis politik anti-Amerika yang selama ini menjadi ciri pemerintahan Caracas.

Dalam beberapa bulan terakhir, Presiden AS Donald Trump secara terbuka meningkatkan tekanan terhadap Maduro. Trump menuduh pemerintah Venezuela terlibat dalam penyelundupan narkotika dan aktivitas kriminal lintas negara, tuduhan yang berulang kali dibantah oleh Caracas.

Baca Juga: Hunian Rumah Minimalis Nyaman: Perpaduan Halaman Hijau Terawat, Teras Multifungsi, dan Kamar Mandi Modern

Pemerintah Venezuela menilai tuduhan tersebut sebagai dalih untuk melemahkan kekuasaan Maduro dan membuka jalan bagi Amerika Serikat menguasai cadangan minyak Venezuela, yang merupakan salah satu terbesar di dunia.

Dokumen Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyebutkan bahwa Maduro telah didakwa sejak Maret 2020 atas sejumlah tuduhan berat, termasuk narkoterorisme, konspirasi impor kokain, serta kepemilikan senjata dan perangkat destruktif. Dakwaan tersebut diajukan di Pengadilan Distrik Selatan New York.

Jaksa Agung AS Pamela Bondi menyatakan bahwa dakwaan juga mencakup Cilia Flores. Ia menegaskan bahwa proses hukum terhadap pasangan tersebut akan berjalan sesuai sistem peradilan Amerika Serikat.

Baca Juga: Rumah Minimalis Estetik dengan Halaman Terbuka, Teras Simpel, dan Kamar Mandi Elegan yang Bikin Betah

Selain dakwaan pidana, pemerintah AS sebelumnya menawarkan hadiah besar bagi siapa pun yang memberikan informasi terkait penangkapan Maduro. Nilai hadiah tersebut terus meningkat dan pada Agustus 2025 dilaporkan mencapai 50 juta dolar AS.

Halaman:

Tags

Terkini

Paus Fransiskus Dirawat Intensif, Kondisi Masih Kritis!

Minggu, 23 Februari 2025 | 15:26 WIB