Dua Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Negosiasi Keamanan Masih Berlangsung

photo author
Papalius, Galeri Sumba
- Kamis, 16 April 2026 | 14:33 WIB
Dua Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz (Wikipedia)
Dua Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz (Wikipedia)

GALERI SUMBA - Dua kapal tanker milik Pertamina dilaporkan masih tertahan di kawasan Selat Hormuz akibat situasi keamanan yang belum sepenuhnya kondusif. Hingga saat ini, kedua kapal tersebut belum dapat melanjutkan pelayaran karena harus memenuhi sejumlah prosedur yang ditetapkan otoritas setempat.

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menjelaskan bahwa seluruh kapal yang melintas di wilayah tersebut wajib menjalani proses negosiasi dengan pihak keamanan Iran. Hal ini diberlakukan sebagai bagian dari protokol militer di tengah kondisi kawasan yang masih diliputi ketegangan.

Menurut Boroujerdi, dinamika konflik yang terjadi di kawasan Teluk Persia membuat setiap negara harus mematuhi aturan ketat sebelum dapat melintas. Prosedur tersebut tidak hanya berlaku bagi Indonesia, tetapi juga bagi seluruh kapal dari berbagai negara.

Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini Melonjak! UBS, Antam, dan Galeri24 Kompak Naik, Cek Angkanya Sekarang!

“Dalam situasi perang, ada protokol khusus yang harus dilalui, termasuk negosiasi dengan pihak keamanan Republik Islam Iran,” ujarnya dalam keterangan kepada media di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Ia menambahkan bahwa kondisi di Teluk Persia dan Selat Hormuz saat ini tidak berada dalam situasi normal, sehingga langkah pengamanan diperketat untuk mencegah risiko yang lebih besar.

Sebelumnya, menjelang rencana perundingan antara Iran dan Amerika Serikat, otoritas militer Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sempat menetapkan jalur pelayaran alternatif di Selat Hormuz. Kebijakan ini diambil menyusul adanya ancaman ranjau laut di jalur utama pelayaran.

Namun, hingga Jumat (10/4/2026), jalur alternatif tersebut belum dapat dibuka sepenuhnya. Hal ini disebabkan masih adanya ranjau laut yang belum berhasil diidentifikasi dan dibersihkan dari kawasan tersebut.

Baca Juga: Harga Emas Antam Melemah, Investor Mulai Was-Was? Ini Rincian Lengkap per Gram!

Proses pembersihan ranjau laut diakui jauh lebih kompleks dibandingkan pemasangannya. Bahkan, baik pihak Iran maupun Amerika Serikat disebut belum memiliki kapasitas yang memadai untuk melakukan pembersihan secara cepat dalam kondisi saat ini.

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memastikan telah melakukan komunikasi intensif dengan otoritas Iran terkait kondisi dua kapal tersebut. Upaya diplomatik dilakukan untuk menjamin keselamatan awak kapal serta kelancaran pelayaran.

Kemlu RI menyebut bahwa pemerintah Iran telah memberikan respons positif atas permintaan Indonesia agar kapal tanker dapat melintas dengan aman. Meski demikian, keputusan akhir tetap bergantung pada kondisi keamanan di lapangan.

Perwakilan Indonesia di Teheran juga dilaporkan telah melakukan langkah tindak lanjut secara teknis dan operasional guna mempercepat proses penyelesaian. Namun hingga kini, belum ada kepastian mengenai waktu keberangkatan kedua kapal tersebut dari kawasan Selat Hormuz.

Baca Juga: Meski Anggaran Terbatas, PBVSI Sumba Tengah Ngotot Kejar Emas di PON 2028!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Papalius

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Paus Fransiskus Dirawat Intensif, Kondisi Masih Kritis!

Minggu, 23 Februari 2025 | 15:26 WIB
X