GALERI SUMBA — Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Sumba Tengah menegaskan komitmennya untuk tetap mengejar prestasi maksimal di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, meski di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan konsolidasi yang digelar di Asgard Cafe, Waibakul, Rabu, 15 April 2026, yang dihadiri jajaran Pengurus Provinsi (Pengprov) PBVSI Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama pengurus daerah dan sejumlah tokoh voli.
Ketua Umum PBVSI Sumba Tengah, Lukas Wolly, menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan untuk menurunkan target pembinaan atlet.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-22 Siap Jajal India Sebelum SEA Games 2025
“Kami sadar kondisi anggaran saat ini cukup terbatas, tetapi semangat untuk membangun voli di Sumba Tengah tidak boleh ikut terbatas. Justru ini jadi momentum untuk berbenah,” ujarnya.
Ia menyebut, langkah awal yang akan dilakukan adalah penyegaran struktur organisasi agar lebih efektif dan mampu menjawab tantangan pembinaan atlet ke depan.
“Kami akan lakukan penyegaran pengurus, agar lebih progresif dan fokus pada pembinaan atlet yang berkelanjutan,” tambahnya.
Baca Juga: Hasil ACL Two 2025 Hari Ini 1 Oktober & Update Klasemen Grup
Sementara itu, Ketua Umum PBVSI NTT, Winston Rondo, menegaskan bahwa Sumba Tengah merupakan bagian penting dalam peta besar pengembangan voli di wilayah NTT, khususnya dalam menghadapi PON 2028.
“Kami mendorong semua daerah, termasuk Sumba Tengah, untuk tidak hanya berpikir lokal, tetapi mulai mengarah ke standar nasional. Pembinaan atlet harus terukur dan berbasis sport science,” tegas Winston.
Ia juga menekankan pentingnya pencarian talenta muda potensial, termasuk dengan kriteria fisik yang mendukung untuk bersaing di level nasional.
Baca Juga: TVRI Resmi Kantongi Hak Siar Piala Dunia 2026, Apakah Timnas Juga Tayang Gratis?
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua PBVSI NTT, Martinus Mangmangi, mengingatkan bahwa kunci utama menuju prestasi adalah kekompakan antar-pengurus di semua tingkatan.
“Sinergi itu harga mati. Kalau kabupaten tidak solid, maka target besar di provinsi akan sulit tercapai,” katanya.
Artikel Terkait
Indra Sjafri Panggil 32 Pemain untuk TC Timnas U-22 Jelang SEA Games 2025, Ada Adrian Wibowo dan Ivar Jenner
Persaingan Semakin Ketat, 8 Tim Lolos Perempatfinal ETMC 2025, Persada SBD Satu-Satunya Mewakili Pulau Sumba!
Usai Drama Adu Pinalti, PSKK Kota Kupang Harus Pulang, Persada SBD Resmi Ke Semifinal
PSN Ngada dan Persena Nagekeo Melaju ke Final ETMC XXXIV, Laga "Derby Flores" Menanti
Persada SBD Resmi Lolos ke Liga 4 Nasional Meski Kalah di Perebutan Tempat Ketiga ETMC 2025