GALERISUMBA.COM - Bek Tim Nasional Indonesia, Dean James, akhirnya kembali tampil bersama klubnya, Go Ahead Eagles, dalam lanjutan kompetisi Eredivisie musim 2025/2026.
Ia dimainkan pada menit ke-70 saat timnya bertandang ke markas FC Groningen dalam laga yang berakhir imbang tanpa gol, Minggu (12/4/2026) dini hari WIB.
Kembalinya Dean James ke lapangan menjadi penanda berakhirnya polemik panjang terkait status paspor dan izin kerjanya di Belanda.
Sebelumnya, ia sempat absen dari beberapa pertandingan akibat persoalan administratif yang menyeret namanya.
Kasus ini mencuat setelah NAC Breda melayangkan protes resmi usai kekalahan telak 0-6 dari Go Ahead Eagles pada pekan ke-27 Eredivisie, pertengahan Maret lalu.
Klub tersebut mempertanyakan keabsahan Dean James tampil, mengingat perubahan kewarganegaraannya menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada Maret 2025 untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Laporan tersebut kemudian memicu penyelidikan oleh KNVB bersama otoritas imigrasi Belanda, IND. Proses investigasi berlangsung intens untuk memastikan tidak ada pelanggaran dalam administrasi pemain.
Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, KNVB akhirnya mengumumkan keputusan resmi pada 8 April 2026. Dalam putusannya, federasi menyatakan bahwa Dean James dan klubnya tidak bersalah dan tidak ditemukan unsur pelanggaran yang disengaja.
Baca Juga: Unika Weetebula Gelar Seleksi Mandiri Gelombang Pertama, 141 Peserta Ikuti Tes Luring dan Daring
KNVB menilai bahwa perubahan status kewarganegaraan Dean James tidak sepenuhnya dipahami konsekuensi administratifnya oleh pemain maupun klub. Karena itu, situasi yang terjadi dianggap sebagai kekeliruan non-disengaja, bukan pelanggaran serius.
Meski dinyatakan tidak bersalah, Dean James tetap merasakan dampak dari polemik tersebut. Ia harus menjalani masa tanpa pertandingan dan bahkan sempat berlatih secara mandiri untuk menjaga kebugaran.
“Semuanya berjalan baik, saya senang bisa kembali bermain,” ujar Dean James usai pertandingan melawan Groningen. Ia juga menggambarkan situasi yang dialaminya sebagai sesuatu yang tidak biasa.
Menurutnya, kondisi tersebut mengingatkannya pada masa pandemi, di mana ia harus berlatih sendiri tanpa kepastian. “Rasanya sangat aneh. Waktu itu saya tidak tahu harus berbuat apa setelah diskors,” katanya.
Artikel Terkait
Prabowo Subianto Targetkan Produksi Sedan Listrik Massal Dimulai 2028, Fokus Awal pada Bus dan Truk
Daftar Mobil Matik Murah di Bawah Rp 250 Juta April 2026, Pilihan Irit dan Nyaman untuk Harian
Dana BOS Diduga Ditahan, Ketua Yayasan Tunas Timur “Meledak”: Ancam Bongkar Skandal 15 Tahun di SBD
Unika Weetebula Gelar Seleksi Mandiri Gelombang Pertama, 141 Peserta Ikuti Tes Luring dan Daring
Gerakan Perubahan Dimulai! Universitas Stella Maris Sumba Cetak Ratusan Lulusan IT Yang Siap Bangun Daerah