Harga Minyak Dunia Terancam Melonjak, Blokade Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Global

photo author
Papalius, Galeri Sumba
- Selasa, 14 April 2026 | 11:08 WIB
Harga Minyak Dunia Terancam Melonjak, Blokade Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Global (Ist)
Harga Minyak Dunia Terancam Melonjak, Blokade Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Global (Ist)

GALERISUMBA.COM -Krisis geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali mengguncang pasar energi global. Harga minyak dunia diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan seiring berlanjutnya blokade di Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia.

Peringatan tersebut disampaikan oleh Menteri Energi Amerika Serikat, Chris Wright, dalam sebuah forum ekonomi di Washington pada awal pekan ini.

Ia menilai lonjakan harga energi masih akan berlanjut hingga jalur pelayaran di kawasan tersebut kembali normal.

Menurut Wright, kondisi pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh terhambatnya arus kapal tanker yang biasanya melintasi selat tersebut.

“Harga energi akan tetap tinggi, bahkan berpotensi terus naik, sampai ada lalu lintas kapal yang signifikan melalui Selat Hormuz,” ujarnya.

Baca Juga: 21 Siswa Kelas X SMTK Negeri Sumba Tengah Terima Beasiswa PIP, Diharapkan Tingkatkan Semangat Belajar

Ia menambahkan, puncak harga minyak kemungkinan terjadi ketika aktivitas pelayaran mulai pulih secara bertahap dalam beberapa minggu mendatang.

Ketegangan di kawasan tersebut bermula sejak pecahnya konflik bersenjata pada 28 Februari 2026 yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Situasi semakin memanas setelah Iran mengambil langkah memblokade sebagian besar kapal asing yang melintasi Selat Hormuz.

Blokade tersebut berdampak besar terhadap distribusi energi global. Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia setiap harinya. Gangguan di wilayah ini langsung memicu lonjakan harga minyak di pasar internasional.

Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT April 2026 Mulai Cair Lebih Cepat, Ini Cara Cek Penerima dan Rincian Bantuan

Sebagai respons, militer Amerika Serikat memperluas operasi pengamanan dengan menerapkan blokade tambahan hingga ke wilayah Teluk Oman dan Laut Arab.

Langkah ini diambil setelah upaya negosiasi antara pihak-pihak yang terlibat konflik tidak mencapai kesepakatan.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut mengakui bahwa lonjakan harga energi berpotensi bertahan dalam waktu cukup lama.

Ia bahkan menyebut kondisi ini bisa berlangsung hingga pemilihan umum sela pada November 2026, yang sekaligus menjadi tantangan politik bagi pemerintahannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Papalius

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Paus Fransiskus Dirawat Intensif, Kondisi Masih Kritis!

Minggu, 23 Februari 2025 | 15:26 WIB
X