Memperingati HUT RI Ke-79; Bupati Sumba Barat Resmikan Pacuan Kuda Bupati Cup Tahun 2024

photo author
Kaka Okka, Galeri Sumba
- Senin, 15 Juli 2024 | 21:31 WIB
Bupati Sumba Barat, Yohanes Dade, S.H. saat menyampaikan sambutan dan membuka secara resmi pacuan kuda  (Dok. Prokopim Sumba Barat)
Bupati Sumba Barat, Yohanes Dade, S.H. saat menyampaikan sambutan dan membuka secara resmi pacuan kuda (Dok. Prokopim Sumba Barat)

GALERISUMBA.COM, Sumba Barat – Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, S.H, didampingi oleh Wabup Sumba Barat, John Lado Bora Kabba, S.Pd, secara resmi membuka Pacuan Kuda Bupati Cup Sumba Barat Tahun 2024 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-79, bertempat di lapangan Gelora Padaeweta pada Senin (15/7/2024).

 

Dalam sambutan Bupati, Yohanis Dade, S.H. menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara, pemerintah, pemilik kuda pacu, dan masyarakat pecinta kuda yang telah berpartisipasi menyaksikan hari pertama pembukaan pacuan kuda.

 

Menurut Yohanes Dade dalam sambutannya menuturkan bahwa kita hadir disini dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-79 dan pacuan kuda ini tentu untuk semua di pulau Sumba. "Kami berharap kedepannya pacuan kuda ini kita bisa terbuka untuk wilayah-wilayah lain di luar Pulau Sumba," tuturnya.

Baca Juga: Bus DAMRI Perintis Menjangkau Pelosok Indonesia, Cuma 5 Ribu Bisa Keliling Papua Barat

Bupati Yohanis Dade juga menjelaskan sejarah perkembangan kuda di Indonesia, yang dimulai sejak berdirinya Kerajaan Hindu dan Budha pada abad ke-7 sebelum masehi. Di Pulau Sumba, kuda dikenal dengan nama Sandelwood dan menjadi kebanggaan sebagian suku di Indonesia.

Foto pelatih kuda bersama kuda pacu di Lapangan Gelora Padaeweta
Foto pelatih kuda bersama kuda pacu di Lapangan Gelora Padaeweta (Dok. Prokopim Sumba Barat)

Seiring berjalannya waktu, kuda menjadi salah satu cabang olahraga ketangkasan yang diatur oleh Persatuan Olah Raga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI).

Baca Juga: Omzet Rp184 Juta dalam Tiga Bulan: Agnes Sukses Menjadi Mantan TKW

Yohanis Dade menyampaikan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi pacuan kuda sebagai warisan leluhur.

"Mari kita jaga dan lestarikan warisan leluhur ini, serta menjadikannya sebagai wahana untuk meningkatkan minat masyarakat dalam memelihara kuda dan menjadi event wisata di Sumba Barat," tambahnya.

Baca Juga: Rekonsilasi Politik di SBD: Jejak Jokowi-Prabowo yang Terwujud di Tingkat Lokal

Yohanis Dade juga mengajak masyarakat Sumba Barat untuk menjaga jati diri dengan menghadirkan kuda-kuda asli milik daerah sendiri, bukan meminjam dari luar hanya demi prestise dan prestasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Kaka Okka

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X