Baca Juga: Unika Weetebula Gelar Seleksi Mandiri Gelombang Pertama, 141 Peserta Ikuti Tes Luring dan Daring
Dalam laga comeback tersebut, Dean James masuk menggantikan Alfons Sampsted di posisi bek kiri. Meski hanya bermain sekitar 20 menit, ia mampu menunjukkan performa yang cukup solid.
Berdasarkan catatan pertandingan, Dean James mencatatkan 11 sentuhan bola, dua aksi bertahan, satu sapuan, satu intersep, serta tiga kali recovery. Statistik tersebut menunjukkan kontribusinya dalam menjaga lini pertahanan tim.
Selain itu, Dean James juga mengungkapkan awal mula dirinya mengetahui adanya protes dari NAC Breda. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh direktur teknik klub, Jan Willem van Dop.
Menanggapi situasi tersebut, ia segera mengambil langkah hukum dengan menyewa pengacara untuk mendampingi proses yang berjalan. Bahkan, ia memilih untuk mematikan ponselnya guna menghindari tekanan dari informasi yang beredar di media.
Baca Juga: Daftar Mobil Matik Murah di Bawah Rp 250 Juta April 2026, Pilihan Irit dan Nyaman untuk Harian
Langkah tersebut diambil agar ia bisa tetap fokus menjaga kondisi mental dan fisiknya selama masa ketidakpastian. Keputusan itu terbukti membantu dirinya tetap siap ketika akhirnya diizinkan kembali bermain.
Kini, dengan polemik yang telah usai, Dean James dapat kembali fokus membela Go Ahead Eagles di sisa musim kompetisi.
Ia juga diharapkan dapat terus memberikan kontribusi positif, baik di level klub maupun bersama Tim Nasional Indonesia.
Kisah yang dialami Dean James menjadi pengingat bahwa dinamika dalam dunia sepak bola tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga di balik layar, terutama terkait aspek administrasi dan regulasi internasional.***