Kolaborasi Dengan Undana, Yayasan Maringgi Malala Siap Bangun Kampus Pariwisata di Sumba Barat

photo author
Papalius, Galeri Sumba
- Rabu, 15 April 2026 | 21:02 WIB
Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si dan Ketua Yayasan Maringgi Malala, Yonatan B. Agu Ate, S.Sos., M.Si usai pertemuan di Kupang pada Selasa (14/4/2026). (Foto: Dok. Humas Undana)
Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si dan Ketua Yayasan Maringgi Malala, Yonatan B. Agu Ate, S.Sos., M.Si usai pertemuan di Kupang pada Selasa (14/4/2026). (Foto: Dok. Humas Undana)

GALERI SUMBA – Universitas Nusa Cendana (Undana) membuka peluang kolaborasi strategi dengan Yayasan Maringgi Malala untuk mendirikan perguruan tinggi berbasis pariwisata di Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pertemuan audiensi tersebut berlangsung di Kupang pada Selasa (14/4/2026), dengan menghadirkan jajaran pimpinan Undana serta pengurus Yayasan Maringgi Malala.

Agenda utama pertemuan ini membahas rencana pendirian institusi pendidikan tinggi yang fokus pada pengembangan sektor pariwisata.

Baca Juga: Nokia Mini 2026 5G Hadir dengan Baterai Jumbo 6.500mAh, Ponsel Ringkas yang Tahan Hingga 3 Hari

Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Annytha IR Detha, menyampaikan bahwa pihak universitas menyambut positif inisiatif tersebut.

Ia menegaskan komitmen Undana untuk terlibat aktif dalam mendampingi proses pembentukan kampus baru tersebut.

Menurutnya, Undana siap memberikan dukungan mulai dari aspek akademik hingga penguatan sistem pembelajaran berkelanjutan.

Pendampingan tersebut dinilai penting agar institusi yang dibangun memiliki standar mutu pendidikan yang baik dan mampu bersaing.

Ia juga menekankan bahwa langkah awal yang perlu dilakukan adalah memperkuat dasar hukum melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).

Baca Juga: Samsung Galaxy A37 5G 2026: Spesifikasi, Harga, dan Review Lengkap, Layak Dibeli atau Tanggung?

Setelah itu, Undana akan membentuk tim khusus atau gugus tugas untuk mengawal implementasi program secara teknis.

Sementara itu, Ketua Yayasan Maringgi Malala, Yonatan B. Agu Ate, menjelaskan bahwa rencana pendirian gunung ini dilatarbelakangi oleh rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi di wilayah Sumba Barat.

Ia mengungkapkan bahwa dari sekitar 1.800 lulusan SMK Pariwisata di daerah tersebut, hanya sekitar 17 persen yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu hambatan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal.

Baca Juga: Harga Buyback Emas Antam Naik Tajam, Tembus Rp2,674 Juta per Gram di Tengah Sentimen Global

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Papalius

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X