Menurut Yonatan, potensi pariwisata di Pulau Sumba sangat besar, namun belum sepenuhnya didukung oleh tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi pendidikan tinggi yang relevan.
Hal ini menyebabkan masyarakat setempat sering kalah bersaing dalam mengisi posisi strategis di sektor pariwisata.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan tercipta akses pendidikan tinggi yang lebih dekat dan terjangkau bagi masyarakat Sumba Barat, khususnya bagi lulusan sekolah menengah kejuruan di bidang pariwisata.
Selain itu, kehadiran kampus pariwisata tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas SDM lokal agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.
Undana sendiri menilai kerja sama ini sebagai bagian dari komitmen institusi dalam mewujudkan konsep “kampus berdampak”, yaitu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat melalui pendidikan.
Ke depan, sinergi antara Undana dan Yayasan Maringgi Malala diharapkan tidak hanya membuka peluang pendidikan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengelolaan sektor pariwisata yang berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Kapolres Sumba Timur Hadiri Peluncuran Sistem STID dan SIMON TKBM di Pelabuhan Waingapu
Kemenag Sumba Tengah Perkuat Moderasi Beragama Lewat Kegiatan “Harmoni dalam Keberagaman”
Sertifikasi Tanah Ulayat di Sumba Timur Dipercepat, Negara Perkuat Perlindungan Hak Masyarakat Adat
Dana BOS Diduga Ditahan, Ketua Yayasan Tunas Timur “Meledak”: Ancam Bongkar Skandal 15 Tahun di SBD
21 Siswa Kelas X SMTK Negeri Sumba Tengah Terima Beasiswa PIP, Diharapkan Tingkatkan Semangat Belajar
Seleksi Paskibraka Sumba Barat Diduga Banyak Kejanggalan dan Tidak Adil, Peserta dan Orangtua Kecewa!