Menurut Yonatan, potensi pariwisata di Pulau Sumba sangat besar, namun belum sepenuhnya didukung oleh tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi pendidikan tinggi yang relevan.
Hal ini menyebabkan masyarakat setempat sering kalah bersaing dalam mengisi posisi strategis di sektor pariwisata.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan tercipta akses pendidikan tinggi yang lebih dekat dan terjangkau bagi masyarakat Sumba Barat, khususnya bagi lulusan sekolah menengah kejuruan di bidang pariwisata.
Selain itu, kehadiran kampus pariwisata tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas SDM lokal agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.
Undana sendiri menilai kerja sama ini sebagai bagian dari komitmen institusi dalam mewujudkan konsep “kampus berdampak”, yaitu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat melalui pendidikan.
Ke depan, sinergi antara Undana dan Yayasan Maringgi Malala diharapkan tidak hanya membuka peluang pendidikan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengelolaan sektor pariwisata yang berkelanjutan.***