Sirih, pinang, dan kapur dicampur dan dikunyah hingga menghasilkan sensasi rasa yang khas. Meski terasa pahit dan pedas, tradisi ini memiliki nilai sosial yang kuat, terutama sebagai simbol persaudaraan dan penghormatan kepada tamu.
Baca Juga: Duel Efisiensi Mobil Murah: BYD Atto 1 vs Honda Brio, Siapa Lebih Irit untuk Harian?
Namun, mengunyah sirih pinang tidak bisa dilakukan sembarangan. Masyarakat setempat memiliki teknik tersendiri, termasuk cara mengelola air liur agar tidak tertelan, karena dapat menimbulkan efek seperti pusing atau mabuk.
Keunikan lainnya yang juga menarik perhatian adalah tradisi cium hidung. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk ungkapan kasih sayang, penghormatan, dan perdamaian antar sesama.
Cium hidung biasanya dilakukan saat bertemu keluarga, kerabat, atau tamu sebagai bentuk keakraban. Setelah itu, biasanya dilanjutkan dengan pelukan sebagai simbol hubungan yang harmonis.
Tradisi ini bahkan pernah dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo, saat melakukan kunjungan kerja ke Sumba. Momen tersebut menjadi salah satu bukti bahwa budaya lokal Sumba memiliki daya tarik tersendiri hingga ke tingkat nasional.
Baca Juga: Duel Skutik Maxi 2026: Suzuki Burgman Street 125EX vs Yamaha NMAX 2026, Siapa Lebih Unggul?
Secara keseluruhan, keberagaman budaya di Sumba mencerminkan kekayaan warisan leluhur yang masih terjaga hingga saat ini. Tradisi-tradisi tersebut tidak hanya menjadi identitas masyarakat, tetapi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat budaya Indonesia.
Dengan segala keunikannya, Sumba terus menunjukkan bahwa modernisasi tidak harus menghapus tradisi. Justru, dengan menjaga dan melestarikan budaya, masyarakat Sumba mampu memperkuat jati diri sekaligus memperkenalkan kekayaan lokal ke dunia luar.
Bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda, Sumba menawarkan lebih dari sekadar keindahan alam. Pulau ini menghadirkan perjalanan budaya yang mendalam, penuh makna, dan tak terlupakan.***
Artikel Terkait
Honda Stylo 160 Hadir Lebih Mewah, Varian Warna Burgundy Perkuat Nuansa Premium
Duel Skutik Maxi 2026: Suzuki Burgman Street 125EX vs Yamaha NMAX 2026, Siapa Lebih Unggul?
Duel Efisiensi Mobil Murah: BYD Atto 1 vs Honda Brio, Siapa Lebih Irit untuk Harian?
Perbandingan SUV di Bawah Rp1 Miliar April 2026: VinFast VF 7, Mazda CX-5, dan Ford Territory Tawarkan Pilihan Berbeda
Sirkuit Mandalika Kembali Jadi Tuan Rumah GT World Challenge Asia 2026, Perkuat Posisi Indonesia di Kancah Motorsport Dunia